Berita Sekolah

Tabayyun, Benteng dari Hoaks di Media Sosial

Jumat, 25 September 2026 • Admin Sekolah • 7 kali dilihat

Tabayyun, Benteng dari Hoaks di Media Sosial

Kewajiban memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya di media sosial menjadi pesan utama yang disampaikan dalam KREASI SMAN 1 Jepara melalui prinsip tabayyun

Media sosial bisa menjadi sarana berbagi ilmu dan peluang pahala jariyah, namun juga menyimpan risiko dosa jariyah jika digunakan untuk menyebar hoaks, perundungan, mengumbar aurat, dan pamer. Pesan penting tersebut menjadi sorotan utama dalam Kajian Remaja Islam Masa Kini (KREASI) di aula SMAN 1 Jepara, Jumat (25/9).

Kajian yang diikuti oleh seluruh murid perempuan muslim di sekolah tersebut menghadirkan Guru Informatika setempat Ninok Eyiz Sumianingrum sebagai narasumber, yang membawakan topik Smart dan Syar'i: Bijak Bermedia Sosial, untuk memberikan panduan bagi generasi muda muslimah dalam menjaga kehormatan dan mengendalikan diri di era digital.

Untuk meminimalkan risiko dosa jariyah, Ninok memaparkan empat prinsip utama etika bermedia sosial bagi muslimah.

Prinsip pertama adalah tabayyun atau verifikasi berita, yakni kewajiban untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya ke media sosial. Kedua adalah menjaga iffah dan kehormatan dengan menghindari tren umbar aurat atau aktivitas yang merendahkan martabat.

Prinsip ketiga menekankan pentingnya menjaga lisan dan jempol dari komentar pedas, sindiran daring, ghibah digital, serta perundungan. Sementara prinsip keempat adalah mengendalikan hasad dan riya' agar terhindar dari sifat pamer berlebihan serta rasa iri pada konten orang lain.

Kajian berdurasi 30 menit ini tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif melalui gim studi kasus bertajuk "Post or Delete?" untuk membedah kelayakan suatu unggahan secara langsung.

Sebagai penutup, peserta dibekali dengan tiga rumus evaluasi diri sebelum menekan tombol kirim di media sosial, yaitu memastikan apakah konten tersebut benar, bermanfaat, dan diridai Allah.