Berita Sekolah

Saat Pelajar Menagih Kehadiran Negara

Minggu, 13 September 2026 Admin Sekolah 24 kali dilihat

Saat Pelajar Menagih Kehadiran Negara

Mereka menyuarakan persoalan nyata yang ada di masyarakat dalam dialog bersama anggota DPR/MPR RI Jamaludin Malik, mulai dari infrastruktur, layanan publik, hingga efektivitas program pemerintah.

Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari, mulai dari perbaikan akses jalan pelosok, peningkatan mutu layanan kesehatan dasar, hingga perbaikan sarana pendidikan, disampaikan secara langsung oleh para pelajar dalam agenda Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama Anggota DPR/MPR RI Dapil Jateng II Jamaludin Malik di Aula SMAN 1 Jepara, Ahad (13/9).

Kegiatan sosialisasi kebangsaan ini berkembang menjadi ruang dialog interaktif yang membahas kondisi nyata di lapangan. Para murid tidak hanya menyimak materi konstitusi, tetapi juga aktif menyampaikan saran perbaikan terkait efektivitas program pemerintah dan penajaman akurasi data penerima bantuan pendidikan agar tepat menyasar keluarga prasejahtera.

Isu efektivitas program pemerintah pusat juga menjadi sorotan forum tersebut. Salah satu murid kelas 12, Adnan Sajidin, secara lugas melontarkan penolakan terhadap pembiayaan program MBG apabila dalam realisasinya harus mengorbankan anggaran operasional pendidikan sekolah.

Persoalan infrastruktur wilayah juga disampaikan di acara tersebut. Murid asal Karimunjawa menuturkan urgensi pengoperasian kembali kapal perintis antarpulau, khususnya rute Karimunjawa–Pulau Parang, guna mempermudah mobilitas warga yang selama ini harus menempuh perjalanan laut berjam-jam menggunakan perahu nelayan.

Selain itu, kondisi jalan lingkungan di permukiman desa, perbaikan jembatan penghubung di kawasan Bapangan, hingga keandalan pasokan air bersih PDAM di wilayah pesisir Bandengan ikut diadukan.

Dari kalangan tenaga pendidik dan kependidikan, harapan tertuju pada keberlanjutan karier pegawai honorer sekolah. Staf tata usaha yang hadir menyampaikan permohonan dukungan agar tenaga honorer yang kini berstatus PPPK Paruh Waktu dapat terus diupayakan statusnya menjadi aparatur sipil negara penuh waktu di masa depan, diiringi transparansi pengelolaan pajak negara demi kesejahteraan sosial.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Jamaludin menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi ke tingkat kementerian dan pimpinan parlemen di Senayan.

Sebelumnya, Jamaludin menyampaikan bahwa makna pengamalan Empat Pilar sesungguhnya tecermin dari hadirnya negara dalam menyelesaikan kesulitan dasar rakyat. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal keluhan terkait fasilitas transportasi antarpulau di Karimunjawa, akurasi bantuan sosial, serta percepatan bantuan pemasangan listrik gratis bagi warga yang membutuhkan langsung ke kementerian terkait di pusat.

"Esensi dari Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar menghafal teks Pancasila di atas kertas, melainkan memastikan nilai-nilai keadilan sosial hadir nyata di tengah masyarakat. Ketika rakyat masih sulit mendapat listrik, berobat dipersulit, akses pendidikan timpang, dan jalan rusak, maka tugas negara belum selesai," ujar tokoh yang dikenal sebagai Ultraman ini.

Legislator asal Jepara itu menambahkan, keterbukaan generasi muda dalam mengkritisi kebijakan merupakan cerminan integritas yang harus dijaga demi masa depan demokrasi Indonesia. Dirinya berjanji menindaklanjuti temuan lapangan terkait program subsidi, persoalan infrastruktur jalan di Karimunjawa, hingga evaluasi program kementerian agar tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah.