Aula SMAN 1 Jepara dipadati penonton lintas usia dalam pementasan Ketoprak Milenial berjudul “Mythology of Yuyu Kangkang, Sabtu (16/5) malam.
Pertunjukan adaptasi karya Jelita Nur Aisyah, murid kelas 11, ini membuktikan bahwa kesenian tradisional tetap memikat di era modern.
Pementasan dibuka dengan penyerahan gunungan wayang dari pimpinan produksi Salma Sholikhati kepada Kepala Sekolah Puji Rahayu. Prosesi ini menjadi simbol penyerahan karya murid untuk dijaga bersama sebagai bagian dari komitmen melestarikan budaya.
Sejak awal, suasana aula terasa hidup. Gelak tawa pecah saat adegan dagelan duet Rizal dan Pak Sugi.
"Biasane, ketoprak kui anane ning deso-deso. Tapi iki mlebu sekolahan,” celetuk Pak Sugi, disambut tepuk tangan meriah.
Cerita mengisahkan Kerajaan Kediri yang diserang, memaksa Dewi Sekartaji atau Kleting Kuning, melarikan diri dan menyamar. Di sisi lain, Panji Asmara Bangun juga menyamar menjadi Ande-Ande Lumut dan menggelar sayembara mencari istri.
Konflik memuncak saat para gadis harus menyeberang sungai dengan bantuan Yuyu Kangkang. Hanya Kleting Kuning yang menjaga harga diri, hingga akhirnya terpilih dan dipersatukan dengan sang pangeran.
Di bawah arahan sutradara Achmad Pribadi, yang dikenal dengan Mbah Pri, dan asisten Talia, pertunjukan berjalan apik dengan kolaborasi murid sebagai pemain dan pengrawit.
Kepala Sekolah Puji Rahayu juga tampil memerankan permaisuri dalam ketoprak yang didukung belasan pemain karawitan dari ekskul Seni Karawitan SMAN 1 Jepara “Sekara” ini.