Berita Sekolah

Motivation Letter Jadi Kunci Seleksi Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 22 Juli 2026 Admin Sekolah 1 kali dilihat

Motivation Letter Jadi Kunci Seleksi Beasiswa Luar Negeri

Alumni SMAN 1 Jepara, Amalia Putri Firdausi, berbagi pengalaman dan motivasi mengenai peluang studi di luar negeri dalam Sesi Berbasi Alumni Menginspirasi di…

Alumni SMAN 1 Jepara, Amalia Putri Firdausi, berbagi pengalaman dan motivasi mengenai peluang studi di luar negeri dalam Sesi Berbasi Alumni Menginspirasi di SMAN 1 Jepara, Senin (20/7).

Amalia yang saat ini menempuh studi doktoral (S3) di Ghent University, Belgia, menjelaskan berbagai faktor yang menjadi penilaian dalam seleksi beasiswa luar negeri.

Proses seleksi umumnya diawali dengan cek kemampuan bahasa Inggris sebelum menilai aspek akademik dan prestasi pendukung lainnya.

“Biasanya yang pertama dilihat adalah nilai kemampuan bahasa Inggris, apakah memenuhi syarat atau tidak. Setelah itu baru nilai akademik, prestasi tambahan, dan motivation letter,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa motivation letter menjadi salah satu dokumen penting dalam seleksi beasiswa. Menurutnya, setiap program beasiswa memiliki kriteria yang berbeda, sehingga calon pendaftar harus memahami kebutuhan masing-masing penyelenggara.

“Yang paling penting adalah menunjukkan keseriusan pada bidang studi yang dipilih dan menjelaskan kontribusi apa yang ingin dilakukan setelah lulus,” jelasnya.

Selain itu, Amalia mendorong siswa untuk mulai membangun kemampuan bahasa Inggris sejak dini. Ia menyarankan siswa mengikuti berbagai program persiapan bahasa Inggris secara mandiri melalui kursus maupun platform pembelajaran daring.

Dalam kegiatan ini diikuti murid kelas X, XI, dan XII secara bergantian ini, Amalia juga menjelaskan bahwa peluang studi ke luar negeri terbuka bagi berbagai disiplin ilmu, baik sains, teknologi, sosial, maupun ekonomi. Sertifikat kemampuan bahasa Inggris seperti Duolingo English Test juga dapat digunakan pada beberapa program beasiswa, tergantung ketentuan masing-masing universitas atau penyedia beasiswa.

Saat salah satu peserta menanyakan cara menghadapi kegagalan dalam seleksi program atau beasiswa Amalia menjawab pentingnya menjaga kesehatan mental dan tidak larut dalam kekecewaan.

“Jangan berlarut-larut dalam kegagalan. Segera mencari peluang lain dan terus mencoba beasiswa yang tersedia. Yang penting adalah tetap bergerak maju,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kemampuan mengelola emosi dan membangun kembali motivasi menjadi modal penting bagi pelajar yang ingin meraih pendidikan di luar negeri.

Pada sesi akhir, Amalia juga menjawab pertanyaan mengenai pemilihan jurusan kuliah. Menurutnya, murid tidak harus selalu memilih jurusan yang sepenuhnya linier dengan program studi sebelumnya, meskipun nilai akademik tetap menjadi pertimbangan penting dalam proses seleksi.