Berita Sekolah

Mengajak Australia Menyelami Harmoni Jawa

Jumat, 23 Januari 2026 Admin Sekolah

Mengajak Australia Menyelami Harmoni Jawa

Selasa (20/1) pagi itu, aula sekolah berubah menjadi ruang penuh cerita. Melalui denting kentrung yang sederhana namun magis, Rizal dan Mijil, dua pelajar SMAN…

Selasa (20/1) pagi itu, aula sekolah berubah menjadi ruang penuh cerita. Melalui denting kentrung yang sederhana namun magis, Rizal dan Mijil, dua pelajar SMAN 1 Jepara, mengisahkan seekor gajah berhati mulia.

Kisah yang mengalun dengan bahasa Jawa yang hangat, menyampaikan pesan welas asih, tolong-menolong, dan bahaya iri hati. Nada, tutur, dan humor khas kentrung membuat seluruh yang menyaksikan ikut hanyut dalam kisah yang penuh kearifan lokal.

Lantunan cerita kemudian disambut dengan tarian yang lembut dan anggun. Setiap gerakan menjadi sapaan budaya, mewakili keramahan Jepara, menunjukkan bahwa seni tak hanya ditampilkan, tapi dihidupi. Tarian menjadi jembatan tanpa bahasa, menghubungkan dua budaya yang berbeda namun tetap bisa selaras.

Nuansa semakin dalam saat gamelan mulai berbunyi. Para pengrawit memainkan “Gugur Gunung,” sebuah gendhing yang mengingatkan kita bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Harmoni pelog dan slendro memenuhi ruangan, menghadirkan getaran damai yang tak mungkin dijelaskan kata-kata.

Bagi Vivienne Ellis, guru dari sekolah mitra kami, Sunshine Beach State High School, Queensland, Australia, yang turut mengikuti seluruh cerita pagi itu, bukan sekadar musik. Ini pengalaman tentang filosofi, kerja kolektif, dan karakter masyarakat Jawa.

Ia melihat bagaimana kentrung, tarian, dan gamelan bukan hanya pertunjukan, tetapi cermin nilai gotong royong dan kearifan lokal Jepara. Hari itu, budaya bukan hanya ditunjukkan melainkan dibagikan, dirayakan, dan dipahami bersama.

Kunjungan kali ini merupakan bagian dari dukungan keberlanjutan kemitraan Immersion Program yang difasilitasi oleh Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia.