Menghormati dan dan menghargai guru menjadi modal utama mewujudkan generasi emas, karena guru merupakan orang tua kedua.

Hal itu disampaikan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Jepara Lukman Hakim saat menyampaikan amanat pembina upacara dalam rangka program Jaksa Masuk Sekolah di SMAN 1 Jepara, Senin (31/10/2016).

Maraknya pergaulan bebas akhir-akhir ini disinyalir karena anak cenderung tidak mengikuti nasihat orang tua dan guru. Penyalahgunaan gawai  juga disebut menjadi salah satu pemicunya.

Selanjutnya Lukman menyebut dua hal lain yang menjadi modal mewujudkan generasi emas, yaitu terbebas dari narkotika dan obat terlarang dan tunduk pada Undang-undang tentang Perlindungan Anak.

Fenomena peredaran narkoba di Jepara disebutnya telah sampai pada tahapan yang sangat mengkhawatirkan.

Beberapa waktu lalu telah ditangkap bandar narkoba yang pelaku utamanya adalah warga asing. Tujuan utama mereka jelas untuk merusak dan menghancurkan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Sebab jika seseorang sudah bersentuhan dengan narkoba, akan sangat susah untuk melepasnya.

Pada Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pasal 112 telah diatur ancaman pidana, barangsiapa yang memiliki narkotika bukan tanaman makan diancam hukuman penjara minimal 4 tahun. Sedangkan yang menjadi kurir ancamannya 5 tahun sampai hukuman mati.