Sekolah-sekolah berlabel RSBI saat ini harus dapat memanfaatkan peluang yang dimiliki untuk menjawab harapan masyarakat banyak. Ini karena RSBI dituntut memiliki keistimewaan dibanding sekolah reguler lainnya. Keistimewaan yang utama bukan terletak di sisi sarana prasarana sekolah, melainkan justru pada peningkatan sumber daya manusianya.

Poin penting ini disampaikan Ketua Tim Asesor Badan Akreditasi Propinsi Jawa Tengah Drs. Kustiono dalam sambutannya pada closing meeting akreditasi di SMAN 1 Jepara, Selasa (26/7). Ini menyimpulkan apa yang sebelumnya telah disampaikan anggota asesor lainnya, Drs. Fatah Syukur, M.Ag tentang hal-hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan peningkatan SDM tersebut. Paling tidak ada 3 cara yang dapat dilakukan oleh tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan, pertama, dengan selalu memotivasi diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, terutama untuk memenuhi kebutuhan tuntutan minimal 30% guru bertitel master. Kedua, dapat dilakukan melalui cara-cara informal dengan senantiasa menjadi seorang pembelajar. Dengan kata lain, seorang guru harus mau menjadi insan pendidikan yang diajar melalui buku-buku yang dibacanya. Cara yang ketiga melalui metode pembelajaran. Komponen-komponen pendukung pembelajaran seperti eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi harus benar-benar dilaksanakan, tidak cukup hanya tertulis di rencana pembelajaran saja.

Dalam dua hari terakhir sejak tanggal 25 hingga 26 Juli 2011, SMAN 1 Jepara mendapat visitasi dari Badan Akreditasi Propinsi untuk melakukan penilaian akreditasi atas apa yang telah diajukan sebelumnya. Kegiatan yang rutin dilakukan 4 tahun sekali ini menggunakan teknik penilaian validasi bukti fisik, verifikasi dan klarifikasi. Pada hari pertama telah dilakukan penilaian administrasi terhadap 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Sedangkan kegiatan di hari terakhir, para asesor melakukan visitasi ke kelas dan interview ke beberapa warga sekolah.

Untuk diketahui, sekolah-sekolah RSBI seperti SMAN 1 Jepara minimal akan mendapat evaluasi dan penilaian sebanyak 3 macam. Selain akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional 4 tahunan, tiap tahun juga dilakukan Monitoring dan Evaluasi RSMABI dari Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan Nasional. Penilaian yang ketiga adalah Audit Eksternal ISO 9001:2008 yang dilakukan oleh Global Certification Limited tiap 1 hingga 2 tahun sekali.

{jcomments on}