Pada tahun pelajaran 2013/2014 ini pemerintah mulai membuka Pendidikan Menengah Universal, perluasan akses ke jenjang pendidikan tinggi dan beberapa kebijakan afirmasi seperti beasiswa Bidikmisi. Tujuannya untuk memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia yang lebih berkeadilan.



Kebijakan Kurikulum 2013 juga dimaksudkan untuk menyiapkan manusia Indonesia yang kreatif, inovatif dan mampu berpikir orde tinggi.

Demikian isi sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh yang dibacakan Kepala SMAN 1 Jepara dalam Upacara memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-68 kemarin (17/8).

Melalui dunia pendidikan, Pemerintah mengajak untuk secara terus menerus menyemai benih toleransi, kesantunan, saling menghargai dan saling menghormati.

Hal ini penting untuk ditegaskan kembali, karena kemajemukan di samping sebagai anugerah juga harus dikelola dengan baik. Bila tidak, kemajemukan tersebut bisa berpotensi menjadi sumber konflik yang bisa bermuara pada kesatuan bangsa.

Kurikulum 2013 juga dirancang untuk memperkuat prinsip kemajemukan sebagai realitas sosial bagi bangsa Indonesia, lanjut Menteri.

Seluruh usaha tersebut dimaksudkan agar pada tahun 2045, pada saat 100 tahun Indonesia merdeka, Indonesia menjadi negara maju yang berperadaban tinggi, maju, adil dan makmur, sebagaimana cita-cita proklamasi.

Upacara yang dilaksanakan di lapangan sekolah itu dihadiri oleh seluruh peserta didik SMAN 1 Jepara, guru, karyawan dan beberapa tamu undangan. Bertindak sebagai petugas Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) adalah 37 siswa-siswi kelas 10 yang baru saja dikukuhan sehari sebelumnya.

Selesai upacara dilangsungkan halal bihalal antar siswa, karyawan dan peserta didik di tempat yang sama.