Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jepara mengadakan sosialisasi zakat di Ruang Multimedia SMAN 1 Jepara, Kamis (18/22). Sosialisasi ini terkait dengan Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Jepara tanggal 15 Februari 2015 tentang pelaksanaan zakat dan sedekah yang menginstruksikan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kabupaten Jepara menyisihkan penghasilan setiap bulannya untuk zakat melalui Baznas.


Latar belakang instruksi zakat bagi PNS ini berasal dari kewajiban berzakat setiap muslim sebesar 2,5% dari hartanya. Ukuran atau nisab zakat bagi profesi ini apabila harta yang dimiliki mencapai besaran yang setara dengan 85 gram emas. Selain itu, tujuan zakat ini agar lebih meningkatkan kepedulian terhadap fakir miskin dan membebaskan kaum fakir dari ketidakadilan sosial.

"Ada beberapa pendapat tentang kewajiban berzakat. Ada yang dihitung dari penghasilan kotor, ada juga yang dihitung dari sisa kebutuhan," ujar Ketua Baznas Kabupaten Jepara Ali Irfan.

Hal tersebut tergantung nurani masing-masing orang.

Baznas berhak membentuk mitra kerja sebagai unit pengumpul zakat di seluruh instansi, dinas, kecamatan, dan desa. Mitra kerja ini nantinya yang akan membantu Baznas untuk menyalurkan kepada yang berhak.

Menanggapi pertanyaan mengenai PNS yang barangkali telah membayar zakat melalui lembaga penyalur zakat selain Baznas, Mahsun Duri, salah seorang pengurus, menjelaskan bahwa Baznas merupakan badan penyalur zakat yang ditunjuk oleh pemerintah yang dikuatkan dengan PP Nomor 14 Tahun 2014.

Dijelaskan pula bahwa selama ini Baznas telah mengadakan kegiatan Pekan Peduli Sosial di sekolah-sekolah sebagai wujud kegiatan sosial dan pendidikan sosial. Disebut kegiatan sosial karena hasil dari kegiatan ini disalurkan untuk membantu pelajar yang kurang mampu, sedangkan sebagai pendidikan sosial karena bertujuan agar pelajar mempunyai empati kepada sesamanya.