Kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Jepara sebanyak 75 persen didominasi oleh remaja. Jumlah ini muncul dari banyaknya pelanggaran berlalu-lintas yang berakibat pada terabaikannya keselamatan berkendara.

Hal ini disampaikan Kasat Lantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama di depan seluruh peserta upacara memperingati Ulang Tahun Lalu Lintas ke-60 di SMAN 1 Jepara, Senin (21/9).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Humas Polres Jepara merasa perlu dan berkewajiban memberi pemahaman tentang disiplin berlalu-lintas kepada pelajar.

"Kuncinya terletak pada keselamatan. Berangkat sekolah lebih awal agar tidak tergesa-gesa, lalu memastikan kelengkapan surat-surat," ujarnya.

Ia juga menyarankan agar tetap hati-hati dan waspada saat berkendara. Pada waktu mendahului misalnya, nyalakan lampu sein dan pastikan arus dari arah berlawanan aman.

Pengendara dilarang mendahului saat tikungan, garis marka yang tidak terputus, dan jalan yang menyebabkan pandangan tertutup. Boleh menyalip dari kiri asal beloknya ke kiri. Saat akan belok kanan, setelah menyalakan lampu sein kanan, kendaraan harus berada di kanan dan memastikan arus dari belakang dan depan aman.

Pada saat keluar dari gang, pengendara diwajibkan berhenti dahulu, menengok kiri dan kanan untuk memastikan jalur aman.

Demikian halnya saat di bundaran, hendaknya kendaraan dari sebelah kiri yang diutamakan.

"Pakailah helm. Helm itu untuk keselamatan. Memakai helm agar tidak ditilang itu persepsi yang tidak benar di masyarakat," tegasnya.

Kecelakaan berkendara, selain menyebabkan kendaraan rusak, juga mengakibatkan cacat fisik, kematian, dan menjadi salh satu sebab masuk penjara karena membahayakan keselamatan orang lain.

"Untuk itu pilihlah keselamatan dalam berlalu-lintas," pungkasnya.