Kepercayaan masyarakat terhadap sekolah akan berkurang jika sekolah tersebut kurang berprestasi. Lingkungan tidak sehat, suasana kerja tidak harmonis, tindakan diskriminatif, mengabaikan kedisiplinan, dan kurangnya layanan pengembangan potensi peserta didik dapat menjadi penyebab hilangnya kepercayaan itu.

Hal ini disampaikan kepala SMAN 1 Jepara Udik Agus Dwi Wahyudi di depan orang tua peserta didik dalam Rapat Pleno Komite SMAN 1 Jepara di Aula Sekolah, Jumat (18/9).

Untuk mengantisipasi hal itu, diperlukan kehadiran komite sekolah agar membantu dan mengawasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yaitu sebagai alat kontrol dan evaluasi progam kerja sekolah.

Komite sekolah juga berfungsi sebagai media komunikasi antar orang tua dan sekolah yang diharapkan peka terhadap situasi dan kondisi untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Rapat yang dilaksanakan 2 hari berturut-turut ini juga dimanfaatkan orang tua peserta didik untuk menyampaikan berbagai saran dan masukan demi kebaikan sekolah.

Salah satunya disampaikan Rian Dwi Martanto, orang tua peserta didik kelas 10, yang menanyakan efektivitas penggunaan gawai saat pembelajaran. Ia meminta guru meningkatkan pengawasannya dan selalu mendampingi peserta didiknya agar pembelajaran tidak terganggu.

Masukan juga disampaikan Rini Sulistyoningsih, orang tua peserta didik kelas 12, yang menyampaikan kekhawatirannya terhadap rencana sekolah melaksanakan Ujian Nasional melalui Computer Based Test (CBT). Ia meminta agar sekolah benar-benar mempersiapkan dengan matang agar tidak merugikan peserta didik nantinya.