Ujian Nasional (UN) jenjang SMA akan dilaksanakan 13 hingga 15 April mendatang. Sejak diselenggarakan pada tahun 2003, tahun ini merupakan kali pertama UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Hasil UN nantinya akan digunakan sebagai pemetaan mutu sekolah dan salah satu pertimbangan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Meski tidak lagi menentukan kelulusan, siswa tetap mempersiapkan UN untuk tujuan lolos SNMPTN. Dzul Fikri Liulin Nuha, siswa kelas 12 IPA SMAN 1 Jepara, menganggap UN menentukan kelulusan atau tidak, porsi belajarnya sama saja.

"Bahkan bisa jadi lebih berat," katanya.

Dzul mengibaratkan jika nasib sekolah dan siswanya akan ditentukan oleh hasil UN. Bedanya, dulu kelulusan menjadi patokan setiap siswa. Tetapi sekarang nilai yang memuaskan yang harus menjadi capaian.

Randi Himawan, siswa kelas 12 IPA juga berpandangan serupa. Randi merasa lebih senang karena tahun ini kelulusan siswa ditentukan sekolah secara penuh, bukan oleh Pemerintah.

“Belajar untuk UN tetep (dilakukan). Sebab, nilai UN digunakan untuk SNMPTN,” katanya.

Ia merasa kriteria kelulusan yang sekarang lebih adil dari sebelumnya, karena seluruh mata pelajaran memberi andil yang sama terhadap bobot kelulusan.

“Sekarang mata pelajaran bukan UN nggak dipandang sebelah mata lagi,” pungkasnya.

Rasa senang karena UN tidak lagi menentukan kelulusan juga dirasakan Rini Marliya, siswa kelas 12 IPA SMAN 1 Jepara. Meski merasa lega, ia tetap was-was dan akan berusaha maksimal meraih nilai UN yang baik.

Untuk itu, ia mempersiapkan UN kali ini dengan lebih banyak berlatih mengerjakan soal-soal, berdoa dan selalu yakin dengan kemampuan diri sendiri.

Di SMAN 1 Jepara, UN akan diikuti 352 siswa. Sebelumnya, sekolah telah menyelenggaraan Ujian Sekolah (US) yang berakhir Selasa (24/3) lalu.

Menurut Waka Kurikulum SMAN 1 Jepara Ida Widiyastuti, secara umum pelaksanaan US lancar. Hingga hari terakhir, ada 3 peserta yang melanggar tata tertib karena menyontek. Ia berharap, pada waktu UN nanti tidak ada satupun peserta yang melakukan pelanggaran tata tertib.