Salah satu upaya Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam memberikan pemahaman dan wawasan tentang kebangsaan adalah mengadakan sosialisasi kepada masyarakat luas. Sosialisasi bertujuan agar nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika yang dikenal sebagai 4 pilar, dipahami masyarakat menjadi landasan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Demikian disampaikan anggota DPR MPR RI Zainut Tauhid Sa’adi di hadapan masyarakat dan pelajar SMAN 1 Jepara dalam acara Sosialisasi 4 Pilar di Ruang Multimedia SMAN 1 Jepara, Sabtu (4/11).

"Jangan sampai jati diri bangsa ini hilang. Maka hayati, pahami dan amalkanlah Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," tandas alumni SMAN 1 Jepara tahun 1982 yang hobi baca puisi ini.

Dalam sesi tanya jawab, Haryanto, salah satu tokoh masyarakat dan sekaligus pensiunan guru, menanyakan upaya melestarikan Pancasila melalui pendidikan formal dan non formal seperti yang dilakukan orde baru.

Zainut menjawab, sosialisasi Pancasila pada masa orde baru memang terlihat sistematis namun dengan pola indoktrinasi. MPR sekarang ini mengambil alih tugas tersebut hingga terbentuk lembaga yang mengatur Pancasila.

Dalam forum ini juga ada kelakar bahwa masyarakat Jepara lebih akrab dengan istilah PBNU, singkatan dari Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 untuk menyebut 4 pilar ini.

Sosialisasi 4 pilar ini berawal dari penandatanganan kesepakatan pada Oktober 2012 oleh Mantan Ketua MPR (alm.) Taufik Kemas sebagai pelopor 4 pilar, untuk melakukan sosialisasi. Setiap tahunnya diselenggarakan 20 kali kegiatan. 16 kali pada tingkat Kecamatan dan 4 kali di tingkat Kabupaten.

Pada sosialisasi ini juga disampaikan bahwa istilah 4 pilar sekarang telah dihapus.  Namun unsur-unsurnya masih tetap. Masyarakat penggugat yang memenangkan penghapusan istilah ini di MK menganggap bahwa Pancasila tidak bisa disejajarkan dengan 3 hal yang lain karena Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara.