Ujian Nasional (UN) Tingkat SMA Tahun 2014 akan dilaksanakan Senin esok hingga Rabu (14-16/4). Untuk memastikan kelancaran UN besok, perlu diperhatikan aturan yang harus ditaati dan tidak boleh dilanggar baik oleh peserta ujian maupun pengawas ruang.

Menurut Prosedur Operasi Standar (POS) UN Tahun 2014, terdapat beberapa prosedur untuk melaporkan dugaan pelanggaran UN. Pelapor harus membuat laporan tertulis dan atau lisan yang memuat identitas diri pelapor, bentuk pelanggaran, tempat pelanggaran dan waktu pelanggaran, pelaku pelanggaran, bukti pelanggaran dan saksi pelanggaran.

Pelanggaran dalam UN dikategorikan dalam pelanggaran ringan, sedang dan berat. Pelanggaran ringan oleh peserta ujian meliputi meminjam alat tulis dari peserta ujian dan tidak membawa kartu ujian. Termasuk kategori pelanggaran sedang apabila peserta ujian membuat kegaduhan di dalam ruang ujian atau membawa HP di meja kerja peserta ujian.
 
Sedangkan kategori pelanggaran berat dalam UN meliputi membawa contekan ke ruang ujian, kerjasama dengan peserta ujian, menyontek atau menggunakan kunci jawaban.

Di samping pelanggaran yang mungkin dilakukan oleh peserta ujian, POS UN juga memuat jenis pelanggaran yang dilakukan oleh pengawas ruang.
 
Ketiduran saat mengawasi, merokok, berbicara yang dapat mengganggu konsentrasi peserta ujian dan lalai membantu peserta ujian mengisi identitas diri sesuai dengan kartu identitas dikategorikan sebagai pelanggaran ringan.
 
Pelanggaran sedang meliputi tidak mengelem amplop Lembar Jawab UN (LJUN) di ruang ujian, memeriksa dan menyusun LJUN tidak di ruang ujian.
 
Sedangkan yang termasuk pelanggaran berat bagi pengawas ruang meliputi memberi contekan, membantu peserta ujian dalam menjawab soal, menyebarkan atau membacakan kunci jawaban kepada peserta ujian, mengganti dan mengisi LJUN.

Jadi, hati-hati ya :)