Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2014 di wilayah Kabupaten Jepara yang berlangsung sejak Senin (3/2), berakhir Kamis kemarin (6/2). UKG yang diikuti sebanyak 611 guru ini bertempat di SMAN 1 dan SMKN 3 Jepara.

UKG dilaksanakan untuk memenuhi amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2015 tentang Guru dan Dosen. Semua guru wajib memiliki sertfikat pendidik sebagai syarat mengajar. Salah satu tahapan sertifikasi tersebut adalah UKG.

Menurut Pengelola Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikpora Kabupaten Jepara Ramatyan Sarjono, UKG tahun ini berlangsung lancar sesuai rencana dan tidak ada kendala teknis yang berarti.

“Beberapa peserta mengundurkan diri karena faktor usia. Ada pula yang pensiun dini,” jelas Sarjono.

Hasil yang dicapai oleh peserta UKG nantinya akan digunakan sebagai nilai awal dan data kemampuan PTK oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tidak ada  kelulusan dalam UKG.

Dari pengamatan salah satu petugas di lapangan, Taufiq Muslih, beberapa peserta mengaku kesulitan mengerjakan soal UKG ini. Ada soal yang benar-benar sulit, ada pula soal yang tidak ada jawabannya.

Pelaksanaan UKG di Kabupaten Jepara diawasi oleh Disdikpora setempat dan tim dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Tengah sebanyak 3 orang.