autumn1.jpgautumn2.jpg

Home

Pelajar Berpolitik Itu Keren

Kesan rumit dan penuh masalah menjadi gambaran utama politik di Indonesia. Dengan kondisi itu, tak banyak dari para pemuda saat ini yang peduli dengan hal-hal yang berbau politik. Generasi muda tampaknya cuek dengan urusan itu.

Tapi, hal itu tak berlaku bagi lingkungan SMA 1 Jepara yang terus mentradisikan pelajaran dengan penyelenggaraan pemilihan umum Ketua Organisasi Intra Sekolah (OSIS) secara langsung.

Dewan guru bersama murid-murid bahu-membahu berperan menyukseskan gawe yang diselenggarakan setiap tahun yang kali ini dilangsungkan pada Senin (12/9) itu.

Pembina OSIS SMA 1 Jepara Hidayad mengemukakan, budaya pemilihan secara langsung melibatkan semua siswa dan guru sudah mentradisi selama 10 tahun.

Dia mengemukakan, pelajaran penting yang ingin disampaikan ke murid adalah untuk tidak berlebihan ketika menang dan kalah tidak merusak.

"Pesannya sederhana agar ketika terjun di politik ketika menang tidak berlebihan sehingga terjadi korupsi. Ketika menang juga harus mengemban amanat dengan sebaik mungkin. Ketika kalah juga pesannya jangan menyerah tidak berbuat kerusakan seperti yang terjadi di Indonesia," papar Hidayad.

Dia juga menilai, antusiasme peserta didik untuk mengikuti pemilihan itu semakin tahun semakin baik. Setiap kelas mengirim wakil hingga ada delapan siswa.

"Kemudian untuk ikut dalam pemilihan itu juga termasuk sesuatu yang keren di mata para pelajar. Bisa menjadi Ketua OSIS itu kan sebuah kebanggaan," paparnya.

Meski demikian, Hidayad juga berpesan, untuk menduduki posisi itu penuh dengan tanggung jawab dan risiko. Karena itu para calon ketua OSIS harus siap luar dalam. "Jadi, sebelum pemilihan diseleksi dahulu oleh panitia dan guru pembina tentang tujuan menjadi Ketua OSIS," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua OSIS Purwaka Yuliananto, siswa kelas XII IPS 3, mengemukakan, seleksi yang harus dijalani para calon menunjukkan pemilihan tidak sembarangan.

Dia menekankan, ada lima tahap sebelum sampai tahap pemilihan langsung. Tahap pertama ada 88 calon kemudian diseleksi di tahap kedua menjadi 48, dan tahap ketiga menjadi 20, tahap keempat 12 calon, dan tahap pemilihan langsung 9 orang.

"Tahap pertama itu ada seleksi tertulis terkait dengan pengetahuan sosial dan umum. Tahap kedua tes kepribadian, logika, seni, dinamika kelompok dan bahasa. Tahap ketiga ada tes mental. Tes keempat dari pembina, setelah itu masuk ke tahap dipilih sebagian besar siswa," urai Purwaka.

Membenahi

Dia mengungkapkan, manfaat yang bisa diambil dari kegiatan pemilihan ketua OSIS adalah untuk belajar berdemokrasi dalam memilih pemimpin sekaligus untuk menerapkan asas langsung, umum, bebas dan rahasia.

Purwaka yang tahun ini sudah berusia 17 tahun juga menyatakan sangat antusias untuk bisa ikut dalam kegiatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jepara yang akan dilangsungkan pada Januari mendatang. "Tidak ada perasaan takut untuk terjun di politik. Saya juga penasaran untuk bisa ikut langsung dalam pemilihan. Meski demikian, kondisi politik di Indonesia memang banyak yang perlu diperbaiki. Kami belajar politik di sekolah dengan harapan bisa ikut melakukan perubahan," tandasnya.

Purwaka kemudian membeberkan beberapa masalah yang masih muncul dalam dunia politik di Indonesia saat pemilihan umum adalah pemalsuan data pemilih. Selain itu, dia juga menilai, praktik politik uang juga masih banyak sehingga perlu pembenahan.

"Banyak yang perlu dibenahi dalam dunia politik di Indonesia. Termasuk jumlah partai politik di yang terlalu banyak sehingga membingungkan masyarakat. Berbeda dari kondisi negara-negara maju yang jumlah partainya sedikit,"

Sementara itu, Hamzah Fansuri, Ketua Panitia Pemilihan, menyebutkan, antusiasme siswa bagus dengan ditopang sosialisasi yang terus menerus. Kesadaran memilih juga baik karena surat suara yang tidak sah hanya sekitar 50 suara dari total suara 1.055 suara dari siswa dan 104 suara dari guru dan karyawan.

"Kami sediakan empat tempat pemilihan suara kemudian total pelaksanaan pemilihan ini selama dua pekan. Untuk hasil pemilihan yang sudah dilangsungkan, Ketua OSIS terpilih adalah Anandharu Gumilang, siswa kelas XI IPA2," paparnya.

Enggar Nimas, siswa XI IPS 1, menuturkan, mesti tidak terlalu tertarik dengan politik, dia meilihat pelajar yang berminat pada politik tetap gaul. Menurutnya, pelajar yang suka dengan politik juga keren. "Jadi, tidak hanya dengan nongkrong atau menggeluti olahraga. Meski saya tidak berminat, berpolitik itu baik," imbuhnya. (Akhmad Efendi-57)

Sumber : Suara Merdeka (13/9)

Joomla templates by a4joomla